Dayung perahumu

Di malam hari, sekumpulan awan di langit bergerak menutupi seluruh teluk yang tenang dengan kegelapan yang tak tertembus, membuat suara hujan yang mulai dan berhenti turun tidak merata terdengar jelas—mendekat, menjauh. Memang, malam berawan seperti ini tidaklah asing bagi para pelaut di pantai barat benua yang luas itu. Langit, daratan, dan lautan menghilang dari duniaLanjutkan membaca “Dayung perahumu”

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai